Minggu, 13 September 2009

SEKILAS PROFIL MAFAZA, PURWOKERTO

SEJARAH PERKEMBANGAN MASJID FATIMATUZZHRA

Gerakan dakwah ke-Islaman pada awal tahun 1980-an terasa sangat sulit, dikarenakan iklim perpolitikan pada waktu itu tidak mendukung perkembangan Islam. Sehingga beberapa aktivis Islam pada waktu itu yang dimotori akhi M. Nuskhi Z.K (Sekarang Ketua Umum Takmir) dan Syarif Ba'asir (sekarang Dewan Pembina) meminta pertimbangan kepada Bp. Ahmad Ba'asir (pemilik Toko Sumber Wangi, Purwokerto) yang juga aktif di Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyah.

Pada tahun 90-an seorang pengusaha tekstil dan sebagai walikota Makkah yaitu Abu Sofi bertemu dengan akhi Syarif Ba'asir dan mengutarakan keinginannya untuk mewakafkan sebagian hartanya untuk membangun Masjid. Setelah terjadi kesepakatan, maka lokasi yang dipilih adalah di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman dengan luas tanah 9.600 m2.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar